Gizi Buruk Membuat Fitriyani Terbaring Kaku

gizi buruk
Foto Dok Dompet Dhuafa Banten

JAKARTA – Namanya Fitriyani (14), sejak usia 8 bulan ia menderita gizi buruk. Kondisi tersebut membuat Fitri tidak bisa bermain normal seperti anak-anak sebayanya. Ia harus terbaring dengan kondisi kakinya sudah menyilang kaku dan badannya hanya tulang berbungkus kulit.

Yang lebih menyayat hati, sang ibu, Saebah telah meninggal dunia saat Fitri berusia 7 tahun karena kanker payudara. Saebah meninggal persis sepulangnya Fitri berobat dari RSUD Pandeglang dan akan menuju RSCM Jakarta untuk pengobatan lebih lanjut.

Kini hanya Otoh Suryadi sang ayah yang mengurus Fitri. Sementara kedua adiknya, Roji dan Nunung masih duduk di bangku kelas 5 dan 2 SD. Salman kakak kandung Fitri juga belum bisa meringankan beban orang tua karena masih mengenakan seragam SMA.

“Fitri ini hanya bisa makan bubur bayi kemasan dan susu, kalau makanan lain tidak bisa masuk, pasti muntah,” ujar Otoh dengan mata berkaca-kaca saat tim program Dompet Dhuafa Banten menyambangi kediamannya, (15/4).

Otoh menambahkan, setiap dini hari Fitri pasti menangis karena lapar, sementara kalau lagi tidak punya uang susu dan bubur tidak tersedia, Otoh pasrah dan tawakal. Tak jarang Otoh dan keluarga hanya makan nasi pakai garam saja.

“Saya harus kuat mengurus Fitri serta kakak dan adiknya, takdir Fitri memang harus seperti ini, tapi saya tak mau mengemis,” ungkap Otoh dengan air mata berlinang.

Di Kampung Talun, Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten Otoh bersama Fitri tinggal di sebuah gubuk reot. Guna menuju Lokasi setidaknya Dompet Dhuafa Mesti menempuh perjalanan 2,5 jam dari Seran demi memberi titipan dari para donatur untuk keluarga Fitri selama sebulan.

Mari peduli terhadap kondisi Fitri dan saudara-saudara lain yang bernasib tak semujur kita. Komisi II DPRD Kota Serang mencatat, angka penderita gizi buruk di ibukota Provinsi Banten pun mengalami peningkatan, dari jumlah sebelumnya 66 orang penderita, kini menjadi 88 orang penderita gizi buruk.

Tahun 2015, ada 54 balita yang menderita gizi buruk. Namun, 2016 bertambah menjadi 86 balita. Sementara, balita yang menderita gizi kurang di Kota Serang saat ini mencapai 1.000 lebih.

Sahabat, saatnya kita kembali bergerak bersama, bergandeng tangan, membantu mereka yang lemah agar kembali kuat menatap dunia dengan menyalurkan donasi melalui BCA 245.4000.551 BSM 146.006.4444 a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Advertisement