Masih Dilanda Kecemasan, Warga Banaran Minta Kawasan Longsor Dinormalkan

Longsor di DusunTangkil, Desa Banaran, Kab. Ponorogo pada tahun 2017 (tempo)

PONOROGO – Setelah tiga minggu berlalu dari bencana longsor, kecemasan masih menghantui warga Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, karena potensi longsor masih besar.

Warga meminta sungai di sektor D kawasan longsor dinormalkan. Normalisasi sungai ini sangat penting supaya ketika terjadi longsor susulan tidak menerjang pemukiman warga dan fasilitas umum di sekitar sektor D.

Dipantau madiunpos, Jumat (21/4/2017), akses menuju ke sektor D ditutup dengan palang. Di sektor D selain terdapat pemukiman warga juga ada fasilitas umum seperti SDN Banaran dan kantor Desa Banaran.

Kepala Desa Banaran, Sarnu, mengatakan sungai di sektor D perlu dinormalkan supaya bisa menjadi jalan saat terjadi longsor susulan maupun banjir bandang dari atas. Sungai tersebut tersumbat tanah sejak peristiwa longsor susulan terjadi.

Menurut dia, normalisasi sungai ini diharapkan bisa dikerjakan secepatnya karena di lokasi tersebut banyak terdapat fasilitas umum dan permukiman warga. “Butuh normalisasi sungai di sektor D. Di sekitar sektor D itu ada kantor desa, polindes, gedung SD, dan permukiman warga,” katanya.

Sarnu menyampaikan normalisasi sungai tersebut bisa dilakukan dengan cara melebarkan dan mengeruk sedimen supaya sungai lebih dalam. Dengan kondisi sungai yang saat ini pampat, ketika ada terjangan material tanah dan air dari atas tentu tidak akan tertampung ke sungai dan meluap ke permukiman warga.

Ia mengaku sudah  menyampaikan persoalan itu telah disampaikan ke Pemkab Ponorogo. Namun, hingga kini normalisasi sungai belum dilaksanakan. “Warga yang memiliki rumah di sektor D dan sekitarnya waswas bila terjadi longsor susulan maupun banjir bandang,” katanya.

Advertisement