Gempa Tasik, Wisatawan Pangandaran dan Nelayan Ketakutan

Ilustrasi/ Antara

TASIKMALAYA – Gempa Tasikmalaya membuat sejumlah wisatawan yang sedang berada di tepi pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran sempat dibuat panik.

Beberapa orang pun langsung menjauhi garis pantai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Namun setelah mendapat kabar bahwa gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, warga setempat dan wisatawan kembali tenang.

”Meski sedang libur panjang, jumlah wisatawan tidak terlalu ramai karena sudah lewat tengah malam. Sejumlah orang memang langsung meninggalkan pantai tapi tidak lama kemudian situasi kembali tenang. Gempa memang dirasakan namun tidak terlalu kuat,” ujar salah satu wartawan PR, Gugum Rachmat Gumilar yang kala itu berada di lokasi pantai.

Sementara itu Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Tasikmalaya Dedi Mulyadi menceritakan, setelah gempa terjadi, warga di kampung nelayan juga  langsung berhamburan meninggalkan rumah mereka. Para nelayan kemudian bergegas menuju pantai untuk melibat debit air laut.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, menurut Dedi, hampir sebagian nelayan memutuskan untuk tidak melaut. Hal itu terjadi karena air laut mengalami pasang pasca gempa.

“Ya ada yang memaksakan, tetapi pagi ini sudah kembali. Sebelum gempa mungkin hanya 1,3 feet, tetapi setelah gempa jadi 2 sampai 3 feet. Saya juga tidak turun karena takut pasang tiba-tiba,” kata Dedi.

 

Advertisement