Selamatkan Anak Somalia, UNICEF Berikan 30.000 Vaksin Campak

UNICEF beri vaksin campak untuk anak somalia, Selasa (24/4/2017)/ PBB

SOMALIA – Hampir 30.000 anak Somalia  yang mengungsi akibat kekeringan divaksinasi campak minggu ini dalam sebuah kampanye darurat yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Di antara penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak ada yang lebih mematikan daripada campak,” kata Perwakilan Pemerintah Dana PBB (UNICEF) Steven Lauwerier dalam siaran persnya, seperti dilansir di lama resmi PBB, Selasa (25/4/2017).

Campak adalah infeksi pernafasan dimana virus yang menyebar melalui udara dan kontak dengan lendir dan ludah yang terinfeksi, sangat mungkin tumbuh subur di kamp pengungsian yang tidak sehat.

Banyak anak belum pernah diimunisasi sebelum konflik yang telah berlangsung puluhan tahun telah menyulitkan petugas kesehatan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dari mana mereka datang.

Sejauh ini, hampir 5.700 kasus dugaan campak telah dilaporkan di seluruh negeri, lebih dari jumlah kasus pada tahun 2016. Lebih dari 100.000 orang datang ke Baidoa, di wilayah barat daya Somalia, untuk mencari bantuan, termasuk setidaknya 70.000 hanya di bulan Maret saja.

Ancaman kelaparan menjamur di Somalia. Sampai satu juta anak-anak mengalami kekurangan gizi pada tahun ini, dengan satu dari lima yang membutuhkan perawatan yang menyelamatkan jiwa.

“Dan kita tahu dengan sangat baik dari kelaparan 2011 bahwa campak, dikombinasikan dengan kekurangan gizi  adalah kombinasi yang sangat mematikan untuk anak-anak,” kata Mr. Lauwerier.

“Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit dan kematian akibat campak adalah memastikan semua anak menerima vaksin tersebut.” tambahnya.

Kampanye Baidoa sedang dilakukan dalam kemitraan dengan Kementerian Kesehatan Somalia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan beberapa organisasi non-pemerintah. Anak-anak juga diberi suplemen vitamin A untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta tablet  obat cacing.

Advertisement