Jembatan Hanyut, Sudah Lima Tahun Anak-anak di Kendal ini Sebrangi Sungai Deras untuk Bersekolah

Ilustrasi/ MNC Media

KENDAL – Anak-anak di Dusun Cipluk Timur, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sudah hampir lima tahun harus berjuang menyeberangi sungai berarus deras untuk berangkat ke sekolah.

Mereka adalah murid-murid  di Sekolah Dasar Negeri 3 Sidokumpul, Kecamatan Patean, yang harus menuntut ilmu tanpa adanya jalan alternatif karena jembatan satu-satunya penghubung Dusun Cipluk Timur dengan Dusun Cipluk Barat hanyut terbawa banjir Sungai Blukar. Jika harus jalan memutar akan lebih jauh, hingga 70 kilometer dan mengitari bukit.

Untuk itu mereka rela dari rumah  menenteng sepatu sebelum terjun ke sungai untuk menyeberang agar sepatu mereka tidak basah. Anak-anak pun  harus berhati-hati karena selain arus sungai yang cukup deras, batu yang ada di sungai juga licin.

Biasanya, mereka yang masih kecil terpaksa digendong oleh temannya yang lebih besar. Ada juga yang harus digendong oleh warga atau orang tua mereka.

Meski mereka menjalaninya setiap hari, tetapi mereka tetap merasa  takut jika menyeberangi sungai. Misalnya saja Lia Safitri, salah satu pelajar, mengaku sangat mengharapkan ada jembatan darurat atau jembatan yang lebih kuat agar mereka tidak lagi menyeberangi sungai setiap berangkat dan pulang sekolah.

Menurut Adi, seperti dilansir Sindonews, Selasa (2/5/2017), jembatan satu-satunya hanyut diterjang banjir lima tahun silam. Meski sudah dibuatkan jembatan darurat dari bambu namun kembali hanyut. Setidaknya sudah empat jembatan darurat dibikin, namun hilang terbawa arus sungai.

Akses warga dari Dusun Cipluk Timur pun terganggu karena tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Warga yang memiliki kendaraan jika hendak berpergian terpaksa menggotong kendaraannya menyeberangi sungai. Jembatan hanyut dan putus terjadi pertengahan tahun 2012. Untuk membangun jembatan permanen setidaknya memerlukan dana Rp500 juta.

Advertisement