BANDUNG – Cuaca ektsrem yang terjadi akhir-akhir ini di Bandung dan wilayah Jawa Barat dikatakan pengamat cuaca dikarenakan keberadaan siklon tropis Donna di Samudera Pasifik sebelah tenggara Papua, dengan koordinat 13.8 LS dan  164 BT.
Hal tersebut diungkapkan Peneliti klimatologi di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bandung, Erma Yulihastin.
Menurutnya siklon Donna berpengaruh pada pembentukan pusat tekanan rendah di wilayah Samudera Pasifik. Hal ini mengganggu proses perpindahan daerah konvergensi antar-tropis.
“Kondisi ini juga dapat memicu pembentukan konvergensi di Jawa Barat atau Bandung sehingga berpotensi memunculkan cuaca ekstrem sebagaimana terjadi beberapa kali, yaitu pada 19 dan 23 April, juga 3 dan 4 Mei,” kata Erma, Minggu (7/5/2017).
Berdasarkan pantauan liputan awan dan prediksi hujan dari Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa) Lapan, cuaca di Bandung pada Senin pekan depan hingga 2-3 hari ke depan masih akan berpotensi mengalami hujan pada sore hari dengan intensitas ringan hingga lebat dan berpotensi terjadinya cuaca ekstrem.
Siklon tropis Donna yang terbentuk sejak awal Mei juga telah berpengaruh terhadap pelemahan angin monsun tenggara. Dampaknya, awal musim kemarau di sebagian besar wilayah selatan Jawa menjadi tertunda.
Kondisinya, angin monsun tenggara yang berasal dari benua Australia dan melewati Samudra Pasifik mengalami pelemahan. Adapun angin monsun tenggara yang masuk menuju Laut Jawa berubah arah menjadi angin timur laut. Kedua angin tersebut konvergen di Pulau Jawa terutama di Jawa Barat sehingga berpotensi menimbulkan banyak hujan bahkan ekstrem.
“Kondisi ini diprediksi akan berakhir pada 10 Mei 2017, karena siklon Donna akan meluruh pada 11 Mei dan di belahan bumi utara tepatnya di Laut Tiongkok Selatan dekat Kalimantan,” ujarnya,dikutip Tempo.





