PBB Masih Butuh Dana untuk Bantu Somalia

Bencana Kekeringan di Somalia

LONDON – Sebuah konferensi PBB di London membahas jika PBB membutuhkan bantuan dana untuk Somalia sebesar $ 900 juta atau Rp12 triliun  untuk mengatasi kekeringan parah yang menyebabkan krisis kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal U.N Antonio Guterres mengatakan bahwa dana tambahan dibutuhkan karena lebih dari 6 juta orang Somalia,  sekitar setengah dari populasi negara tersebut, membutuhkan bantuan. Dia mengatakan bahwa 275.000 anak-anak yang kekurangan gizi berisiko mengalami kelaparan.

Konferensi tersebut menangani berbagai masalah, mulai dari permintaan bantuan utang Somalia untuk meminta akses lebih mudah ke sistem perbankan internasional, namun Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa fakta keamanan tersebut merupakan pencapaian utama.

Fakta tersebut, sebuah dokumen setebal 17 halaman yang dirilis pada akhir konferensi tersebut,  mengikuti sebuah kesepakatan terperinci yang dicapai pada bulan April antara pemerintah federal yang baru bergabung di Somalia dan negara-negara anggotanya tentang bagaimana menyatukan kekuatan mereka yang berbeda menjadi tentara nasional.

“Apa yang ingin dilakukan oleh masyarakat internasional sekarang adalah mendukung arsitektur keamanan itu, dan semakin kuatnya itu,  maka semakin banyak masyarakat internasional dapat memperoleh dukungan,” Johnson mengatakan kepada wartawan, sebagaimana dilansir Reuters.

Diketahui sebuah kekuatan Uni Afrika yang terdiri dari tentara dari Kenya, Ethiopia, Uganda, Burundi dan Djibouti melakukan sebagian besar pertempuran melawan gerilyawan Al Shabaab, namun ia ingin mulai menarik diri dari Somalia pada tahun 2018.

Advertisement