KUTAI BARAT – Banjir besar yang melanda Kutai Barat, Kalimantan Timur selama sepekan terakhir telah berdampak pada 34.955 jiwa dari 10.134 kepala keluarga.
Kepala Seksi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Seldas Limbong, Minggu (14/5/2017) sore melaporkan ada 4.901 rumah yang terendam banjir dengan jumlah keseluruhan 10.134 kepala keluarga.
Ia mengatakan, ketinggian air banjir yang menggenangi 90 desa atau kampung yang tersebar di 14 kecamatan cukup bervariasi antara satu hingga tiga meter, bahkan ada rumah warga yang tinggal terlihat atapnya.
Beberapa wilayah yang mengalami genangan terparah hingga tiga meter, antara lain Kecamatan Tering, Long Iram, Barong Tongkok, Melak, dan Mook Manaar Bulatn.
“Hingga saat ini ketinggian air banjir belum ada penurunan signifikan dan warga juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Seldas, dikutip Antara.
Banjir terjadi akibat luapan Sungai Mahakam dan sejumlah anak sungainya itu hampir setiap tahun melanda wilayah Kabupaten Kutai Barat dan daerah tetangga Kabupaten Mahakam Ulu.
Namun, musibah banjir yang terjadi kali ini tergolong paling parah. Selain luas wilayahnya yang terdampak, genangan air banjir juga telah berlangsung selama sepekan.





