Gencatan Senjata Tak Hentikan Derita Anak-anak di Lebanon, Rata-Rata 11 Orang Tewas Per Hari

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan puluhan anak menjadi korban dalam sepekan terakhir di Lebanon, menunjukkan bahwa gencatan senjata yang diumumkan pada pertengahan April belum mampu menghentikan dampak konflik terhadap warga sipil, khususnya anak-anak.

Juru bicara UNICEF, Ricardo Pires, mengatakan data Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon mencatat sebanyak 77 anak menjadi korban dalam tujuh hari terakhir. Dari jumlah tersebut, 15 anak dilaporkan tewas dan 62 lainnya mengalami luka-luka.

Menurut UNICEF, angka tersebut setara dengan rata-rata 11 anak yang tewas atau terluka setiap hari selama sepekan terakhir. Organisasi itu menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang mengejutkan dan sangat memprihatinkan.

Sebagian besar korban anak dilaporkan terdampak serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan. Pada Kamis (28/5/2026) saja, tercatat tujuh anak tewas dan 30 lainnya terluka akibat serangan yang terjadi di kawasan tersebut.

UNICEF menyoroti bahwa korban anak masih terus berjatuhan meski gencatan senjata telah diumumkan sejak pertengahan April. Sejak saat itu, sedikitnya 55 anak tewas dan 212 lainnya mengalami luka-luka.

Pires menegaskan bahwa berdasarkan hukum humaniter internasional, anak-anak dan infrastruktur sipil harus dilindungi dalam segala kondisi. Karena itu, UNICEF kembali mendesak semua pihak untuk menghormati gencatan senjata dan mematuhi hukum internasional guna mencegah bertambahnya korban sipil.

Selain itu, UNICEF meminta akses kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke seluruh wilayah terdampak, terutama di Lebanon selatan, agar bantuan penyelamat jiwa dapat segera menjangkau warga yang membutuhkan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here