Sepekan ini Lebak Banten Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi Hujan dan Angin Kencang/ Foto: Metro-Online.co
BANTEN – Warga Lebak, Banten yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) untuk mewaspadai banjir dan longsor karena curah hujan cenderung meningkat.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan berdasarkan laporan BMKG Serang memperkirakan selama sepekan mendatang curah hujan dengan intensitas lebat terjadi sore hingga malam hari, dan dikhawatirkan menimbulkan banjir dan longsor.
Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak menjadi langganan banjir dan longsor, terutama dialami warga yang berada di daerah aliran sungai. Kabupaten Lebak memiliki belasan sungai besar dan ratusan anak sungai karena merupakan kawasan hulu sungai di Provinsi Banten.
Kawasan hulu sungai itu terdapat Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan hutan lindung serta hutan adat Badui. Arus sungai besar di Kabupaten Lebak di antaranya Sungai Ciujung, Sungai Ciberang, Sungai Cisimeut, Sungai Cimadur, dan Sungai Cicinta.
Jadi, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat meningkatkan kesiagaan bencana alam.
Menurut Kaprawi, seperti dikutip Antara, saat ini sejumlah daerah langganan banjir dan longsor tercatat 41 desa tersebar di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.
Biasanya cuaca ekstrem itu menimbulkan banjir dan longsor bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
“Kami selalu mengingat khusus bagi warga yang tinggal di DAS sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman, terlebih saat hujan terjadi malam hari,” katanya.

 

Advertisement