JAKARTA – Keningnya basah keringat. Nafasnya pun tidak beraturan, kendati demikian raut wajah Rosyid tetap memancarkan semangat untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.
Bagi kakek berusia 88 tahun itu perubahan zaman bukanlah pertanda kiamat. Jauh sebelum dirinya bekerja sebagai tukang odong-odong, Rosyid merupakan seorang juragan minyak dan becak.
Namun setelah pemerintah menggulirkan kebijakan larangan becak beroperasi di Jakarta dan program konversi minyak tanah ke gas, kehidupan Rosyid berubah drastis.
Ketika jarum jam menunjukan pukul 7 pagi, siap tak siap Rosyid sudah harus keluar rumah menjemput rezeki.
Odong-odong kesayangannya sudah ia anggap seperti mobil mewah yang mengantarkannya menjemput kesejahteraan. Rosyid sehari-hari mangkal di Taman Manunggal Jalan Semangka Raya, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat.
Sebelum matahari terbenam Rosyid pantang pulang. Pegal, lelah, letih dan kepanasan sudah menjadi santapan sehari-hari Rosyid. Yang membuatnya miris meski sudah keliling seharian Rosyid hanya mampu membawa Rp 50 ribu.
“Beliau sendiri tinggal di rumah almarhum istrinya bersama ketiga anaknya yg sudah berkeluarga semua di Jl. Delima Ujung No 2, Gang 5, Rt02/06, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat. kakek bekerja karena tidak ingin menyusahkan keluarga,” tulis netizen bernama @yayangmaryamah yang memviralkan kehidupan Rosyid di akun Instagram @Ketimbang.ngemis.jakarta





