Mendikbud: Sekolah Lima Hari dalam Sepekan Dimulai Tahun Ajaran Baru

Sekolah lima hari
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy/ sindonews

SOLO – Penerapan sekolah delapan jam sehari akan dimulai pada tahun ajaran baru ini  bagi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas dan dilakukan secara bertahap.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan proses belajar mengajar hanya akan dilakukan pada Senin hingga Jum’at sehingga siswa-siswi berkesempatan untuk libur dua hari dalam sepekan.

Kebijakan itu menurutnya akan berlaku secara nasional, baik untuk sekolah negeri maupun swasta. “Jadi disesuaikan dengan orang tua yang rata-rata juga sudah lima hari kerja,” kata dia, dilansir Tempo, Minggu (21/5/2017).

Kebijakan itu diharapkan mampu memberikan waktu yang cukup untuk anak bisa berinteraksi dengan orang tuanya.

Hanya saja, dia mengakui bahwa kebijakan itu harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan banyak faktor. “Indonesia ini memiliki 220 ribu sekolah dengan 50 juta siswa,” katanya. Terdapat beberapa daerah yang diprioritaskan untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Etty Retnowati mengatakan bahwa sekolah di Surakarta sudah siap untuk menerapkan kebijakan sekolah delapan jam. “Kami tinggal menunggu petunjuk teknis dari kebijakan itu,” katanya.

Rencananya, dinasnya akan menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan pelaksanaan kebijakan tersebut. “Nanti akan ada rapat bersama wali kota,” katanya.

Advertisement