JAKARTA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Arrmanatha Nasir mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kabar adanya paspor Indonesia yang ditemukan diantara militan yang tewas di Marawi, Filipina Selatan.
Kemlu menerima informasi bahwa pemerintah Filipina mengklaim adanya enam militan asing, termasuk dari Indonesia, dan klaim tersebut berdasarkan paspor Indonesia yang ditemukan dari para militan yang dibunuh tentara Filipina.
”Ada informasi mengenai hal itu, tapi paspor tersebut sampai saat ini masih dipegang otoritas Filipina. Kita akan verfikasi paspor tersebut asli atau palsu, dan kalau memang yang bersangkutan di Filipina, kita pasti akan mengecek,” jelasnya, Jumat (26/5/2017).
Diketahui situasi di Marawi semakin memanas dimana para militan kelompok Maute yang berafiliasi denga ISIS di Filipina, tengah berperang dengan pasukan Filipina di Marawi.
Sebelumnya, Arrmanatha juga mengungkapkan terdapat 17 WNI yang tercatat tinggal di Marawi, dan berdasarkan pantauan KJRI Davao semuanya dalam kondisi baik dan belum dievakuasi.





