MANCHESTER – Diantara kerumunan penonton konser Ariana Grande pada 22 Mei 2017 yang diwarnai aksi teror, ada salah satu mahasiwa asal Indonesia yang selamat dalam peristiwa tersebut.
Ia adalah Nadya Meiza, mahasiswi Indonesia, yang mengaku bersyukur dirinya baik-baik saja dan terlepas dari teror Manchester.
Nadya, mahasiswi program master Management of Projects, University of Manchester, ketika itu sedang menonton sendirian. Saat mendengar ledakan, dia mengaku langsung panik dan bingung dan sempat mengira kegaduhan itu disebabkan baku tembak.
“Sewaktu mendengar suara bang itu enggak ngira sama sekali kalau itu ledakan bom. Saya kepikirannya itu gunshot saja,” kata Nadya, dilansir Tempo, Sabtu (27/5/2017).
Saat itu, yang dia pikirkan hanyalah berusaha keluar dari arena dan pulang secepatnya. Mahasiswi lulusan Institut Teknologi Bandung Jurusan Teknik Sipil tahun 2011 itu keluar lewat pintu samping. Dia kebetulan menonton dari sebelah kanan panggung di bagian bawah. Meskipun, saat masuk ke Arena, dia melalui pintu utSaat lari keluar, dia melihat seorang penonton pria yang terluka di bagian kaki terduduk di trotoar bersimbah darah.
“Setelah itu saya lari cepat-cepat karena takut ada bom lagi,” kata warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu.
Akibat teror bom di konser tersebut 22 orang tewas dan 59 lainnya terluka. Selain Nadya, ada dua mahasiswi lainnya asal Indonesia yang juga selamat dari teror bom yakni Raras Kinanti dan Gita Septiani Ekaputri.





