UNHCR: 58 Migran Ditemukan Tewas di Mediterania, Ratusan Hilang

Ilustrasi, Kapal yang mengangkut imigran terbalik di lepas pantai Lybia/ Foto: AFP

LYBIA – Sedikitnya 58 migran, termasuk banyak anak-anak, tewas di Mediterania pekan lalu ketika mereka berusaha mencapai Italia.  Sementara 100 lainnya masih hilang, menurut data baru yang dikeluarkan oleh UNHCR, Selasa (30/5/2017).

UNHCR melaporkan sekitar 10.000 orang diselamatkan di lepas pantai Libya dalam empat hari pekan lalu dalam operasi penyelamatan utama, namun  50 orang jenazah juga ditemukan setelah mereka tenggelam di laut atau hancur dan tercekik di dasar kapal yang reyot.

Dalam insiden terpisah, penjaga pantai Libya juga menemukan tujuh mayat di dekat sebuah sampan, sementara penjaga pantai Tunisia menemukan mayat seorang wanita di kapal lain dengan 126 penumpang yang telah hanyut di laut selama dua hari.

Namun menurut saksi mata masih banyak lagi migran yang masih hilang. Migran yang diselamatkan oleh nelayan Mesir dan dibawa ke kota Crotone di Italia selatan mengatakan kepada perwakilan UNHCR bahwa setidaknya sekitar 82 penumpang mereka hilang saat sampan mereka menyusut setelah beberapa jam di laut.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) juga mengatakan, seperti diberitakan AFP,  bahwa para migran yang diselamatkan yang tiba di kota Pozzallo di Sisilia pada hari Senin mengatakan kepada pejabat bahwa puluhan orang telah hilang dalam kondisi yang sama.

Migran juga dilaporkan diserang di laut oleh orang-orang bersenjata yang mencuri semua yang mereka miliki, termasuk motor perahu, sementara banyak yang terluka oleh tembakan senjata.

Libya yang dilanda konflik telah lama menjadi batu loncatan bagi para migran yang mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Ini telah mendesak Eropa, dan khususnya Italia, untuk menyediakannya peralatan yang dibutuhkan untuk memantau perbatasan selatannya, yang dilalui para migran, kebanyakan berasal dari sub-Sahara Afrika.

Advertisement