PALU – Banjir masih merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Tatura Selatan dan Lolu Utara, Kota Palu, hingga Senin (5/6/2017, khusunya di rumah yang dekat daerah aliran sungai (DAS) Palu.
Meski air sudah mulai surut, tetapi ketinggian masih di atas lutut orang dewasa sehingga warga masih memilih untuk tetap tinggal di lokasi penampuangan pengungsi yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu.
Dilansir Antara, BPBD setempat sejak Minggu (4/62017) telah menyalurkan bantuan tenda dan logistik makanan kepada para korban yang terdampak banjir. Kepala BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon mengatakan banjir yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu dikarenakan Sungai Palu meluap akibat hujan deras di hulu.
Selama ini, kata dia, Sungai Palu rawan banjir kiriman. Sekalipun tidak ada hujan, tetapi sewaktu-waktu banjir kiriman menerjang sejumlah permukiman warga di Kota Palu, terutama yang berada di pinggiran das.
Karena itu, warga yang bermukim di sejumlah kelurahan di Palu, terutama yang dekat dengan sungai harus tetap waspada dan siaga.
Banjir di Palu melanda enam kelurahan yakni Tatura Selatan, Lolu Utara, Besusu Barat, Ujuna, Kampung Baru, Nunu. Sekitar 600 KK terdampak banjir kiriman Sungai Palu.





