TRIPOLI–Tujuh imigran dari Afrika sub-Sahara ditemukan tewas dalam sebuah truk pendingin. Mobil yang digunakan untuk menyeludpkan imigran ini ditinggalkan begitu saja di dekat ibu kota Libya.
“Ada 35 imigran ilegal di dalamnya, tetapi tujuh di antaranya sudah tewas, dan 28 korban selamat lainnya menerima pengobatan dan dalam kondisi sehat,” ujar Adel Mostafa, pejabat senior dalam satgas penumpasan imigran ilegal.
Dikatakannya, imigran yang tewas ini diduga karena sesak napas karena berdesakan di dalam truk. Mereka ditemukan pada Ahad (4/5) waktu setempat. Pejabat itu mmengaku tidak tahu apa yang mendorong penyelundup meninggalkan kendaraan itu dan orang-orang di dalamnya.
Dilansir Antara dari AFP, Selasa (6/6/2017), banyak imigran dari Afrika sub-Sahara diangkut melewati Libya selatan dengan menggunakan truk ke pesisir utara. Dari situ kemudian mereka mencoba melakukan perjalanan berbahaya melalui laut Mediterania menuju Italia di Eropa yang jaraknya sekitar 300 kilometer.
Para penyelundup manusia memanfaatkan kekacauan di Libya sejak pemberontakan pada 2011 yang menggulingkan dan membunuh Moamer Kadhafi untuk menambah perdagangan mereka yang menguntungkan tetapi fatal.
Menurut laporan Organisasi Keimigrasian Internasional (International Organization for Migration/IOM) dan UNHCR, 1.481 imigran telah tewas dan 1.720 lainnya hilang sejak 1 Januari.





