Hari AIDS : Afrika Selatan Yakin Dapat Terbebas dari HIV AIDS

Ilustrasi Gerakan kampanye bebas AIDS di Afrika Selatan. Foto: Aidshealt.org

CAPE TOWN (KBK) – Afrika Selatan yakin dapat mengujudkan generasi yang bebas dari HIV AIDS.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Cyril Ramaphosa, menyambut Hari Aids Sedunia yang jatuh hari ini, 1 Desember 2015.

Sejauh ini kata Ramaphosa, dari semua lapisan masyarakat dan sudah bertahun-tahun sudah melakukan kampanye dan gerakan pemberantasan AIDS.

“Kami telah bertindak dengan berbagai cara, besar dan kecil, untuk menyebarkan informasi, untuk melawan stigma dan untuk mempromosikan gaya hidup sehat,” kata Ramaphosa.

“Seperti yang kita memperingati Hari AIDS Dunia, mari kita bekerja lebih keras dan dengan tekad untuk mengamankan Afrika Selatan bebas dari AIDS,” katanya.

Negara ini memiliki program pengobatan HIV terbesar di dunia, dengan lebih dari tiga juta pasien HIV yang menggunakan ARV diselamatkan jiwanya, berarti cakupan pengobatan tersebut hampir 50 persen dari yang terinfeksi.

“Orang-orang di Afrika Selatan sudah sedikit yang sekarat AIDS dan TB. Harapan hidup meningkat dari 53 tahun pada tahun 2006 menjadi lebih dari 62 tahun di tahun 2013. Negara ini juga telah memutus rantai penularan AIDS dari ibu ke anak dan selanjutnya,” katanya.

Namun Ramaphosa tetap menilai, negara ini masih menghadapi banyak tantangan. Jumlah yang terinfeksi HIV baru-baru ini masih sangat tinggi, khususnya di kalangan perempuan muda dan gadis-gadis.

“Kita perlu menyebarkan berita tentang pencegahan, mendorong semua warga Afrika Selatan untuk menggunakan perlindungan. Kita perlu mendorong orang untuk tes HIV dan TB. Kami perlu memastikan bahwa semua orang yang membutuhkan pengobatan, menerima pengobatan dan bahwa mereka tetap pada pengobatan, “katanya.

Dia mendesak Afrika Selatan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang-orang yang terdekat dengan mereka.

“Kita harus melindungi kelompok rentan. Kita harus memerangi stigma dan menciptakan suatu lingkungan di mana semua dapat merasa aman dan nyaman untuk mau mengikuti tes AIDS. Dengan demikian, terbebas dari HIV sebagai ancaman kesehatan masyarakat sudah di depan mata,” kata Ramaphosa.

Seperti dilaporkan Xinhua, Selasa (1/12/2015), Afrika Selatan memiliki sekitar 6,4 juta orang yang hidup dengan HIV / AIDS, salah satu negara dengan prevalensi tertinggi di dunia.

Advertisement