JAKARTA-Hujan deras yang mengguyur Pematang Siantar, Sumatera Utara lebih dari lima jam selama beberapa hari ini menyebabkan banjir dan longsor disejumlah daerah itu.
Sampai Rabu tercatatat banjir dan longsor tejadi di Kecamatan Siantar Utara, Kecamatan Siantar Barat, Kecamatan Sitala Sari, dan Kecamatan Martoba, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara.
“Terdapat 19 rumah rusak berat, 10 rusak sedang dan beberapa jembatan rusak. Selain itu, ada jalan terbelah sepanjang 300 meter di Kelurahan Sipinggol-pingol,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan yang diterima KBK, Rabu (2/12) malam.
Dari bencana tersebut, tambah Sutopo, tercatat 2 orang meninggal, yakni satu orang warga Kecamatan Siantar Utara dan satu orang lagi warga Kecamatan Siantar Barat.
Sutopo mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Siantar bersama TNI, Polri dan relawan telah melakukan evakuasi, pendataan dan juga mendirikan tenda untuk pengungsi serta dapur umum.”Beberapa warga saat ini mengungsi ke tempat yang aman,” katanya.
Selanjutnya Sutopo mengatakan, masyarakat diimbau untuk terus waspada dari ancaman banjir, longsor, dan puting beliung. Dijelaskan, puncak hujan diperkirakan pada Januari 2016 mendatang, sehingga ancaman bencana juga akan meningkat.
“Lakukan antisipasi, baik di tingkat individu, keluarga, maupun masyarakat dari ancaman bencana tersebut. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya,” tegasnya.





