Agar Khodijatul dapat Tersenyum dalam Kondisi Sehat

Bantuan dari dinatur DDR diserahkan ke Khodijatul. Foto: DDR

PEKANBARU (KBK) – Khodijatul Sa’diyah, adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang saat ini masih berjuang untuk sembuh dari penyakit Leukimia yang dideritanya sejak 6 bulan lalu.

“Dari lahir, kondisi khodijah baik-baik saja. Bahkan tidak terlihat adanya kelainan sama sekali pada saat itu. Namun saat ia berumur 5 tahun, dia sering terlihat letih ketika bermain, bahkan pernah sampai demam tinggi. Kejadian yang sama kembali terjadi saat ia berumur 10 tahun bahkan saat itu ia sampai kesulitan berjalan, saat itu juga kami langsung membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan,” kisah ibunya, Santi Chaidir.

“Menurut analisa dokter saat itu, anak kami menderita leukemia (kanker darah). Saat itu kami benar-benar tidak percaya apa yang di sampaikan oleh dokter. Tapi apa daya kami ketika itu semua sudah terjadi,” lanjutnya sedih.

Santi tidak menolak takdir yang diberikan Allah SWT kepadanya, soal penyakit anaknya itu. Hanya saja ia bingung, untuk menebus obatnya. Sehari-hari santi hanya bekerja sebagai penjual kue kecil-kecilan yang pendapatannya tidaklah seberapa.

“Penghasilan dari menjual kue hanya berkisar antara Rp. 800.000,- – Rp. 1.000.000,- setiap bulannya,” tutur Santi.

Saat ini, Khodijatul tengah dirawat di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru, Kamar Flamboyan II lantai 2 dengan jaminan BPJS. Di kamar ini ia menjalani kemoterapi rutin, agar sel kankernya bisa enyah dari tubuhnya.

Setiap harinya, Khodijatul membutuhkan 4 kantong darah untuk menambah sel darah putih yang dibutuhkan tubuhnya, dan obat yang saat ini diperlukan masih diluar tanggungan BPJS sebesar 2 juta rupiah.

Alhamdulillah, Santi dan keluarga agak lega dengan kedatangan Tim Dompet Dhuafa Riau (DDR), yang berusaha menggalang dana untuk kesembuhan Khodijatul dan menutupi utang obat yang belum dibayar ke rumah sakit.

Tim DDR akan menghimpun donasi hingga Desember 2015 ini. Semoga donatur dan Tim DDR diberikan kelapangan oleh Allah SWT, sehingga dapat membantu pengobatan Khodijatul. Sehingga Khodijatul bisa terus tersenyum dalam keadaan sehat. – Sunarto, DDR

Advertisement