RIYADH – Hati-hati berkunjung ke Saudi, karena sejak Juli 2012, 1.677 pasien terinfeksi oleh MERS di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Penyakit ini sudah mematikan 683 orang dan 987 pasien dinyatakan sembuh dan tujuh pasien saat ini masih dalam perawatan itensif dari petugas medis.
Terkahir, Selasa (11/7/2017), Wanita Saudi berusia 76 tahun meninggal karena sindrom pernafasan Timur Tengah coronavirus (MERS) di Riyadh, sehingga jumlah total kematian akibat virus tersebut menjadi 683 orang.
Menurut seorang pejabat dari Kementerian Kesehatan, almarhum tidak memiliki penyakit sebelumnya, juga tidak memiliki kontak dengan unta.
Pasien dirawat di rumah sakit pemerintah di Huweiyah, terletak sekitar 175 km barat daya Riyadh.
Dr Shin Young-soo, direktur regional WHO untuk Pasifik Barat, menyarankan agar terus-menerus waspada terhadap kasus baru MERS melalui deteksi dini dan sistem respon cepat.
Petugas kesehatan disarankan untuk menggunakan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang ketat saat merawat pasien. Ini termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, dan mengenakan masker, pelindung mata, gaun dan sarung tangan saat merawat kasus MERS yang mungkin atau telah dikonfirmasi.
Petugas kesehatan harus mencatat riwayat perjalanan orang yang menunjukkan gejala virus.
Sebagian besar pasien MERS mengalami penyakit pernafasan akut yang parah dengan gejala demam, batuk dan sesak napas. Sekitar empat dari setiap 10 pasien yang dilaporkan dengan MERS telah meninggal dunia.
Ada tiga rumah sakit besar di Dammam, Riyadh dan Jeddah yang telah ditunjuk sebagai pusat perawatan pasien MERS. Selain fasilitas ini, kementerian tersebut telah menugaskan 20 rumah sakit tambahan yang dilengkapi dengan baik untuk menangani kasus yang terinfeksi.
Kementerian tersebut telah mengeluarkan peringatan agar orang menjauh dari unta. Mereka yang bekerja di peternakan disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan maksimal terhadap virus dengan memakai masker wajah, mengisolasi hewan yang terinfeksi dan mengikuti prinsip kebersihan dasar.
Seperti dilansir ArabNews, sebagai tindakan pencegahan umum, setiap orang yang mengunjungi peternakan, pasar, lumbung atau tempat lain di mana hewan hadir harus mempraktikkan tindakan kebersihan umum, termasuk mencuci tangan secara teratur sebelum dan sesudah kontak dengan hewan, dan menghindari hewan yang sakit.




