MEULABOH – Kebakaran lahan gambut di wilayah barat Aceh semakin meluas dan asap semakin pekat sehingga menyebabkan aktifitas warga terhambat, termasuk kegiatan belajar mengajar.
Proses belajar mengajar yang terhambat terjadi di SDN 8 Meulaboh Aceh Barat, dimana pada Senin (24/7/2017) asap pekat menyelimuti dan membuat sejumlah siswa tidak masuk sekolah.
“Asap sangat pekat pada pagi hari. Karena ada siswa yang ke sekolah maka tetap belajar. Tadi sudah kami minta masker ke BPBD dan informasi segera dibantu,” kata Kepala SDN 8 Zainal Arifin SPd, dikutip Serambinews.com.
Pihak sekolah masih memantau terhadap perkembangan asap dan bila semakin pekat tentu akan berkoordinasi dengan pimpinan di Dinas Pendidikan dan Komite Sekolah apakah harus diliburkan.
Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan satu unit helikopter bom air sebagai respons terhadap meluasnya kebakaran lahan tersebut.
Kebakaran lahan di Aceh Barat dan sekitarnya dipantau langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ir Yusmadi MM berdasarkan perintah Gubernur Irwandi Yusuf.
“Kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan. Kabut asap mulai menyelimuti kota dan mengganggu aktivitas masyarakat. Saya sudah laporkan ke Pak Gubernur dan ke BNPB,” kata Yusmadi.
Menurut Yusmadi, merespons kondisi terkini di Aceh Barat dan sekitarnya, pihak BNPB menurunkan satu unit heli bom air untuk membantu pemadaman api di titik-titik yang tak bisa terjangkau oleh tim pemadam kebakaran yang beroperasi dari darat.
Yusmadi menyebutkan, pihaknya bersama Kalak BPBD Aceh Barat, T Syahluna Polem sudah meninjau sejumlah titik kebakaran seperti di Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, dan Arongan Lambalek.
“Memang harus dilakukan pemadaman dari udara karena banyak titik kebakaran di Aceh Barat dan Aceh Jaya jauh di tengah hutan,” kata Yusmadi.
Dikatakan Kalak BPBA, lahan gambut di wilayah barat-selatan Aceh cukup luas dan sangat rawan kebakaran, bahkan dia mengibaratkan Aceh sebagai Riau kedua.
Salah satu penyebab kebakaran lahan gambut, menurut Yusmadi karena warga yang membakar lahan ketika membuka kebun. Kasus ini terus berulang setiap tahun. Pihak kepolisian diharapkan mengusut tuntas kasus ini agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat termasuk kerugian secara ekonomi, kesehatan, bahkan bisa melumpuhkan transportasi.




