SWEDIA – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan melakukan pertemuan pada hari ini Senin (24/7/2017) untuk membahas serentetan kekerasan Israel-Palestina yang dinilai paling berdarah selama bertahun-tahun.
Pertemuan tersebut digelar atas permintaan Swedia, Mesir dan Prancis yang meminta untuk segera membahas bagaimana kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem dapat dihentikan, seperti diungkapkan duta besar Deputi PBB Swedia, Carl Skau, yang menyerukan hal tersebut di akun twitternya, seperti dipantau Reuters.
Israel mengirim pasukan tambahan ke Tepi Barat yang diduduki pada hari Sabtu dan menggerebek rumah penyerang Palestina yang menikam tiga orang Israel pada hari Jumat.
Beberapa jam sebelum tiga orang Israel ditikam, tiga orang Palestina tewas dalam aksi kekerasan yang diakibatkan adanya instalasi detektor logam Israel di Masjid Al Aqsha.
Sementara polisi Israel mengatakan bahwa mereka menggunakan peralatan anti huru hara untuk membubarkan belasan orang Palestina yang melemparkan batu dan botol ke mereka.
Tayangan televisi menunjukkan polisi melemparkan granat setrum dan menggunakan meriam air untuk memecah kerumunan.





