YANGON – Banjir di sebagian besar wilayah Myanmar telah memaksa lebih dari 100.000 orang mengungsi dan menyebabkan dua korban tewas.
Sementara itu erosi sungai yang dramatis telah meruntuhkan sebuah pagoda.
Banjir yang terus berlanjut sejak awal Juli, membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau mencari perlindungan di vihara-vihara Buddha.
“Situasi terkendali, tapi apa yang terjadi sekarang akan tergantung pada cuaca,” kata Ko Ko Naing, direktur jenderal kementerian kesejahteraan sosial, dilansir Reuters, Senin (24/7/2017).
“Kami siap mendukung daerah yang dilanda banjir karena banjir terjadi setiap tahun.” tambahnya.
Pemerintah telah menyediakan bantuan pangan dan bantuan lainnya kepada 116.817 orang terlantar pada hari Senin, serta tempat penampungan jangka panjang bagi mereka di luar pemukiman dimana air banjir diperkirakan tidak akan segera turun.
Â





