
YAMAN – Sekitar 180 migran Ethiopia dan Somalia dipaksa turun dari kapal ke laut lepas dari Yaman oleh penyelundup pada hari Kamis (10/8/2017) dan 19 orang diduga tenggelam.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) sebelumnya memperkirakan jumlah korban tewas lebih tinggi, yaitu 55 orang.
IOM menambahkan jika kejadian ini merupakan insiden mematikan kedua yang terjadi beberapa hari di provinsi Shabwa di Yaman selatan, di mana 50 migran Afrika remaja “sengaja ditenggelamkan” pada hari Rabu oleh seorang penyelundup yang memaksa 120 penumpang turun dari kapal.
“Sepanjang perjalanan, para migran diperlakukan secara brutal oleh para penyelundup,” katanya dalam sebuah pernyataan yang menjelaskan bahwa para migran dipaksa berjongkok selama 24-36 jam perjalanan untuk menghemat tempat, tanpa akses ke kamar mandi.
“Jika salah satu migran tidak sengaja bergerak, dia akan dipukuli atau bahkan terbunuh,” kata IOM.
Dua puluh sembilan mayat terbuang di pantai setelah tragedi Rabu sementara 27 lainnya yang selamat telah kembali ke pantai.




