MONROVIA – Tim tanggap darurat dari Liberia tiba Kamis (17/8/2017) di Sierra Leone untuk membantu pemulihan setelah terjadi tanah longsor besar-besaran di ibu kota yang menewaskan setidaknya 400 orang.
Tim tersebut terdiri dari prajurit Angkatan Bersenjata Liberia, Palang Merah Liberia dan agen pemerintah lainnya yang membantu Sierra Leone mendistribusikan obat-obatan kepada korban.
Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, yang tiba di Sierra Leone di depan tim, bertemu dengan Presiden Sierra Lone, Ernest Bai Kromah, untuk mengungkapkan solidaritas Liberia terhadap pemerintah dan korban tanah longsor di Sierra Leone.
Sebelum keberangkatan Sirleaf, dia menandatangani sebuah buku belasungkawa untuk menghormati korban bencana tersebut dan memimpin sebuah delegasi pejabat pemerintah dalam sebuah kunjungan ke kedutaan Sierra Leone di Monrovia.
Dikutip dari Anadolu, ratusan orang tewas dan banyak lainnya terjebak di rumah mereka oleh tanah longsor di ibu kota Sierra Leone, Freetown, Senin, menyusul hujan lebat. Palang Merah memperkirakan bahwa 600 orang masih hilang.





