BANYUMAS – Krisis air bersih dan kekeringan melanda berbagai daerah di Jawa Tengah, akibat musim kemarau dan Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah diminta melakukan deteksi dini terhadap potensi bencana kekeringan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, krisis air bersih telah melanda delapan desa di kabupaten itu.
Sementara di Kabupaten Banjarnegara telah ada 25 desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD setempat, namun baru 19 desa yang memperoleh bantuan.
Sedangkan di Cilacap, berdasarkan data BPBD setempat, krisis air bersih telah melanda 11 desa.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan jika pihaknya sudah memberikan surat edaran pada Bupati di berbagai daerah agar mereka menyiapkan diri. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran untuk bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan.
Selain dari Pemprov Jateng, dia mengharapkan bantuan air bersih juga datang dari badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan usaha milik daerah (BUMD) melalui dana pertanggungjawaban sosial perusahaan terhadap lingkungannya atau “corporate social responsibility” (CSR).
“Tinggal peran kita adalah tolong deteksi dini agar jangan sampai masyarakat kekurangan air. Itu saja,” tegasnya, Kamis (24/8/2017), dilansir Antara.





