Kesan Korban Banjir Houston Setelah Dikunjungi Trump

Ilustrasi/Ist

HOUSTON – Presiden Donald Trump membagi-bagikan nasi kotak untuk makan siang dan memeluk anak-anak di sebuah tempat penampungan darurat di Houston pada hari Sabtu (2/9/2017).

Presiden juga telah menyerukan “Hari Doa Nasional” pada hari Minggu (3/9/2017), suatu hari setelah kunjungannya ke Texas dan Louisiana untuk bertemu dengan korban dan meninjau kembali kerusakan yang diakibatkan oleh bencana banjir yang dilanda badai.

“Kami menandatangani banyak dokumen sekarang untuk mendapatkan uang, $ 7,9 miliar,” kata Trump di ruang pameran NRG Centre raksasa yang telah diubah menjadi tempat pengungsian.

“Kami menandatanganinya dan sekarang prosesnya cepat, semoga cepat.” tambahnya, dilansir AFP.

Houston, kota terbesar keempat di negara itu, mengambil langkah tentatif untuk kembali normal setelah seminggu banjir menerjang dan merenggut nyawa 42 orang dan merusak 40.000 sampai 50.000 rumah.

Pemulihan sepenuhnya diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun, dan biayanya diperkirakan secara konservatif pada puluhan miliar dolar, antara 30 dan 100 miliar dolar.

Trump dan istrinya Melania berjabat tangan dan berpose untuk menyendiri di shelter NRG Center dengan pengungsi yang ingin menyambut para tamu VIP.

Didampingi oleh Gubernur Texas Greg Abbott, Trump pergi ke sebuah bagian aula tempat sebuah spanduk buatan sendiri bertuliskan “KID ZONE !!” digantung di dinding. Dia dengan cepat dikelilingi oleh anak-anak kecil yang memberinya pelukan, jabat tangan anak-anak balita.

Trump kemudian bergabung dengan relawan yang membagi-bagikan kotak makan siang. Dia mengobrol dengan pengungsi yang bergegas menghampiri.

Kevin Jason Hipolito, 37, seorang penduduk Houston yang menganggur dan selamat dari atap mobilnya setelah apartemen lantai pertamanya dilanda banjir, mengatakan bahwa dia senang Trump mengunjungi kota tersebut setelah tidak melakukan kunjungan sebelumnya ke negara tersebut.

“Saya seorang Demokrat, ini menimbulkan semangat. Ketika dia pergi ke Corpus, saya seperti, ‘dia hanya melupakan kita.’ Ini menunjukkan banyak dukungan, ini bisa meningkatkan semangat kerja. “tambahnya.

Tapi Ima George, seorang anak berusia 42 tahun yang anak laki-lakinya berada di area bermain anak-anak, kurang terkesan.

“Pertama kali dia datang ke Texas dia bahkan tidak repot-repot datang ke Houston,” katanya. “Tidak ada bedanya jika dia datang atau tidak. Kota ini mendukung dirinya sendiri dan mendukung orang lain di luar kota.” ungkapnya.

Advertisement