Stafnya Tertembak, Palang Merah Hentikan Operasi di Sudan Selatan

Ilustrasi Anak-anak Sudan Selatan/ UN.org

ADDIS ABABA—Palang Merah menghentikan operasi kemanusiaannya di Sudan Selatan untuk batas waktu yang belum ditentukan. Tindakan ini diambil setelah seorang staffnya tewas tertembak kelompok bersenjata.

Kennedy Laki Emmanuel, seorang sopir Palang Merah, meninggal pada Jumat (8/9) lalu saat sekelompok orang bersenjata menembaki sebuah konvoi 10 kendaraan yang mengirim bantuan di negara bagian Korsika Barat yang bergolak.

Sebagai tanggapan, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menutup kegiatan di Equatoria. Wilayah ini berbatasan dengan Kongo dan Uganda. Beberapa pertempuran besar kerap terjadi dalam setahun terakhir di kawasan ini.

Penghentian operasi ini mempengaruhi lebih dari 22.000 orang untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan. Itu termasuk lebih dari 5.000 petani yang semestinya mendapat bantuan benih di daerah yang hampir kelaparan ini.

“ICRC tidak akan melanjutkan apapun sampai kita memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi dan sampai kita menerima jaminan keamanan yang diperlukan,” kata juru bicara Mari Mortvedt kepada Reuters. “Keamanan staf ICRC adalah prioritas utama.”

Advertisement