Koreografi “Save Rohingya” Bobotoh, Ketua MPR Siap Patungan

JAKARTA–Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan akan ikut patungan untuk membayar denda yang dijatuhkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada klub bola Persib. Klub sepak bola asal Bandung ini resmi mendapat sanksi karena tindakan pendukungnya yang melakukan koreografi bertulisan ‘Save Rohingya’ saat melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/9).

Niatan itu ia sampaikan melalui akun resmi Twitter-nya @ZUL_Hasan. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, sepak bola juga bisa menjadi sarana untuk menyatukan perbedaan dan solidaritas kemanusiaan. “Sepakbola menyatukan semua perbedaan dalam solidaritas kemanusiaan untuk Rohingya. Insya Allah saya ikut patungan ?@BobotohID @officialvpc,” ujarnya, Kamis (14/9) malam.

Zulkifli juga mengunggah poster ajakan patungan yang dibuat kelompok pendukung persib, Bobotoh. “Untuk yang mau udunan (patungan) secara langsung, silakan datang ke Sidolig. Tapi jika ingin transfer, kami akan bekerja sama dengan Rumah Zakat, nant bisa dikirim melalui rekening Rumah Zakat agar lebih transparan,” demikian kalimat ajakan yang disampaikan Dirigen Viking Persib Club (VPC), Yana Umar dalam posternya.

Sebagaimana diketahui, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum Persib Bandung terkait aksi solidaritas suporter mereka, Bobotoh, yang melakukan koreografi bertulisan ‘Save Rohingya’ saat melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/9).

Manajemen Persib sudah menerima surat pemberitahuan sanksi dari Komdis PSSI. Dalam surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 itu, Komdis PSSI menyatakan Persib melanggar pasal 67 ayat (3) Kode Disiplin PSSI.

Advertisement