AFGHANISTAN – Sedikitnya lima warga sipil tewas pada hari Jumat (29/9/2017) ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat sebuah masjid Syiah di ibukota Afghanistan, Kabul.
Sebanyak 19 lainnya luka-luka dalam serangan yang dekat dengan masjid Hussainia yang terjadi dua hari sebelum Ashura, perayaan tersuci dalam kalender keagamaan Syiah.
Pejabat polisi Sadiq Muradi mengatakan polisi menghadapi pembom bunuh diri tersebut saat dia melewati sebuah pos pemeriksaan di dekat lokasi masjid, meminta dia untuk berhenti. Saat itulah penyerang menyulut bahan peledaknya.
“Pembom itu sedang merumput sekawanan domba dan sebelum mencapai sasarannya, dia meledakkan dirinya sejauh 140 meter dari masjid Hussainia,” Jenderal Salim Almas, direktur investigasi kriminal Kabul, mengatakan kepada kantor berita AFP.
Najibullah Denmark, juru bicara kementerian dalam negeri, mengatakan bahwa semua korban adalah warga sipil.
Rumah Sakit Darurat Kabul men-tweet bahwa mereka telah menerima 19 orang yang terluka, termasuk empat anak.
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, setelah Taliban menyerukan tidak terlibat dalam serangan tersebut.
“Serangan hari ini di Kabul tidak ada hubungannya dengan kita. Setelah melakukan penyelidikan menyeluruh, kami menemukan bahwa kami tidak memiliki operasi di Kabul, dan serangan ini tidak terkait dengan kami,” kata Zabihullah Mujahid, seorang juru bicara Taliban.





