MYANMAR – Seorang ratu kecantikan di Myanmar mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Selasa (3/10) bahwa dia telah dicabut mahkotanya setelah ucapannya mengenai krisis Rohingya yang sedang berlangsung.
Shwe Eain Si, yang adalah Miss Grand Myanmar, sebelumnya telah memasang sebuah video yang menuduh militan Rohingya memicu kerusuhan di Negara Bagian Rakhine.
Menurut pernyataan Shwe Eain Si, seperti dilansir Channel News Asia, panitia kontes mencabut gelarnya karena “dia melanggar peraturan kontrak dan tidak berperilaku seperti panutan”.
Dalam video tersebut, yang diselingi foto mengerikan tubuh yang dimutilasi, Shwe Eain Si mengungkapkan pandangan yang secara luas di kalangan publik Myanmar bahwa militan Rohingya telah memimpin “kampanye media” untuk mengelabui dunia agar berpikir “mereka adalah orang-orang yang tertindas”.
Panitia mengatakan videonya tentang Arakan Rohingya Salvation Army “tidak memenuhi syarat sebagai kegagalan memproyeksikan gambar seorang kontestan kontes yang layak”.
Sementara Shwe Eain Si sangat menyadari konsekuensinya sebelum dia membuat video tersebut, namun memutuskan untuk menyebarkannya dengan mengatakan bahwa dia berkewajiban sebagai warga negara untuk berbicara mengenai situasi di Myanmar.





