MYANMAR – Kantor kepala komisaris Myanmar mengatakan militan Rohingya telah membakar rumah-rumah di negara bagian Rakhine dalam beberapa hari terakhir untuk mengintensifkan eksodus minoritas Muslim.
Minggu ini Bangladesh melaporkan 4-5.000 warga sipil menyeberangi perbatasan setiap hari setelah jeda singkat dalam kedatangan, dimana 10.000 lagi menunggu di daerah perbatasan.
Rohingya yang telah berhasil mencapai Bangladesh menuduh ledakan tersebut terjadi pada pendatang menyusul sebuah kampanye intimidasi dan pembakaran oleh tentara Myanmar di bagian Rakhine yang masih merupakan tempat tinggal komunitas Muslim.
Namun sebuah pos di halaman Facebook kantor kepala tentara Min Aung Hlaing, seperti dikutip AFP, mengatakan bahwa ledakan di tujuh rumah di sebuah desa Rohingya Rabu dini hari dimulai oleh seorang “Einu” atau seorang militan dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).
Pasukan keamanan di Mi Chaung Zay di kota Buthidaung membantu warga desa memadamkan api yang membara sekitar pukul 2.40 waktu setempat pada tanggal 4 Oktober”.
Menuduh teroris ekstrimis ARSA Einu, pernyataan tersebut mengatakan bahwa dia mendesak orang untuk lari dari desa Rohingya ke Bangladesh.





