JAKARTA (KBK) – Dompet Dhuafa dan Kementrian Sosial memberikan sejumlah bantuan kepada Purwati.
Purwati adalah ibunda Monic, bocah berusia 15 tahun yang lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada setelah mengirimkan artikel tentang mengakhiri kekerasan anak.
Monic berkesempatan menghadiri pertemuan The WHO 8th Milestone of Global Campaign for Violence Prevention di Ottawa pada 19-20 Oktober mendatang.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya akan terus mendukung keberangkatan Monic hingga Kanada. Menyoal pengurusan visa yang belum diterbitkan Kedubes Kanada, dikatakan Khofifah harus ada instrumen khusus suapaya pengurusannya bisa dipermudah.
“Ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh APBD atau APBN salah satunya seperti masalah Monic ini,” ujar Khofifah saat menemui Purwati di Panti Sosial Kementrian Sosial, Cipayung, Jakarta (11/10).
Melihat kehidupan Purwati yang sarat problem ekonomi kata Khofifah harus ada prioritas khusus supaya Purwati bisa tinggal di Rusun atau rumah-rumah yang dibangun pemerintah. Terlebih Purwati telah mengantongi KK dan KTP DKI Jakarta.
“Harusnya orang seperti Purwati diprioritaskan untuk tinggal di Rusun atau rumah deret yang dibangun pemerintah,” tambah Khofifah.
Manager Sosial Development Dompet Dhuafa Panji Utama menuturkan ada pun bantuan yang diberikan Dompet Dhuafa untuk keberlangsungan kehidupan Purwati dan keluarga adalah dibiayai kontrak rumah selama setahun di daerah Senen, Jakarta. satu tahun diberikan bantuan hidup berupa makanan dan program pendampingan ekonomi.
“Purwati ini kan sehari-hari jualan kopi keliling. Nantinya akan kami lakulan pendampingan usaha seperti pemberian modal dan warung supaya lebih mantab dan mandiri,” ujar Panji.
Terkait visa Monic yang belum dikeluarkan dari Kedubes Kanada, secara khusus Panji mendesak pihak-pihak terkait agar kepengurusannya dapat dilercepat dan dipermudah.
“Problomen seperti ini harus disinergikan. Saya lihat pemerintah sudah membantu. Tapi saya mendesak ke Kedubes supaya visanya bisa keluar cepat karena sudah dekat dengan acara,” tegas Panji.
Purwati berharap semoga bantuan dan suport yang diberikan pemerintah dan Dompet Dhuafa dapat memudahkan Monic untuk menggapai cita-citanya.
“Meski saya tidak sekolah tetapi anak saya harus berpendidikan. Anak yang sekolah itu adalah anak yang bisa menggapai cita-cita,” ucap pedagang kopi keliling di bilangan Senen, Jakarta tersebut




