Istri Sembuh dari Tumor Otak, Hasyim Jalan Kaki dari Surabaya ke Ponorogo

Hasyim dan istri/ Madiun Pos

PONOROGO – Nur Hasyim (40), warga Ponorogo,  merasa lelah dan  kakinya  sedikit membengkak karena dia baru saja berjalan kaki  pulang dari Surabaya dengan cara berjalan kaki.

Warga RT 001/RW 010, Dusun Tulung, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo, itu telah berjalan kaki dari Surabaya menuju Ponorogo karena nazar yang dia janjikan jika istrinya bisa sembuh dari penyakit tumor otak.

Hasyim mengaku mengucapkan nazar itu pada tanggal 14 September 2017. Saat itu, istrinya, Sumiatin, 38, sedang dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan karena menderita penyakit tumor otak dan mulai  menjalani kemoterapi dan radioterapi.

Tak lama setelah Hasyim mengucapkan nazar, pihak rumah sakit pun mengeluarkan hasil pemeriksaan yang menyatakan Sumiatin sembuh dan boleh dibawa pulang.

Hasyim pun lantas bersujud syukur dan bersiap untuk melaksanakan nazarnya. Pada Rabu (4/10/2017), dia memutuskan untuk melaksanakan nazar dengan berjalan kaki dari Surabaya ke Ponorogo.

Dengan berbekal kebutuhan seadanya, seperti baju empat potong, sarung, selimut, dan peralatan mandi, Hasyim pun membulatkan niat untuk memenuhi nazarnya. Sambil berucap syukur atas kesembuhan istrinya, Hasyim pun mulai melangkahkan kakinya di jalanan Kota Pahlawan menuju Kota Reog.

“Saat itu, istri saya sudah dibawa pulang duluan. Saya juga pamit kepada istri dan keluarga sebelum menjalankan nazar ini,” jelas bapak dua anak ini.

Dengan menggunakan sandal jepit, Hasyim berjalan menyusuri jalanan yang penuh debu dan terik matahari yang sangat panas. Dalam perjalanannya itu, Hasyim setiap mendengar azan salat pasti berhenti untuk melaksanakan salat wajib.

Selain itu, Hasyim juga memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Untuk tempat tidur, pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini memilih musala/masjid, pos kamling, hingga kantor Koramil. Dia membatasi jam istirahat dan memastikan jam 3 dini hari sudah mulai berjalan kembali.

Dalam menjalani misinya itu, Hasyim juga sempat bertemu dengan sejumlah orang yang baik hati kepadanya. Ada orang pulang dari ibadah haji memberikan sejumlah oleh-oleh dari Tanah Suci dan uang senilai Rp100.000.

Setelah melewati sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, Hasyim pun berhasil tiba dengan selamat di kampungnya, Selasa (10/10/2017) sore. Dia mengaku kaget karena kedatangannya membuat banyak warga berkumpul dan menyambut dengan tangis.

“Saya tidak tahu kalau banyak warga yang tahu aksi saya ini. Ternyata ada orang yang mengunggahnya di internet, sehingga banyak orang yang mengetahuinya,” ujar dia, dilansir Madiun Pos.

 

Advertisement