Pergerakan Magma Masih Ada, Status Gunung Agung Tetap Awas

Sunset di Gunung Agung, Senin (25/9/2017)/ Reuters

BALI – Pergerakan magma Gunung Agung hingga kini terdeksi masih terjadi aktivitas dengan total kegempaan vulkanik dan tektonik lokal rata-rata di atas 500 kali per hari.

“Pergerakan magma masih ada seiring adanya aktivitas kegempaan Gunung Agung yang terus berfluktuatif dan mengindikasikan bahwa terjadi fluida magmatik yang bergerak ke atas,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Kasbani, Selasa (17/10/2017).

Untuk sementara ini, tercatat aktivitas kegempaan Gunung Agung di Pos Pantau untuk aktivitas vulkanik dalam mencapai 99, vulkanik dangkal 38 kali dan tektonik lokal 20 kali.

Ditambahkannya, dari pos pemantauan terlihat Gunung Agung mengeluarkan hembusan asap putih yang cukup tebal dengan ketinggian 200-300 meter dari puncak, yang menandakan adanya pelepasan energi berbentuk gas dari kawah gunung tertinggi di Bali ini.

“Hembusan asap ini memang sudah terjadi sejak lama, namun hari ini masih terpantau masih keluarnya hembusan asap setinggi 200-300 meter, sehingga dapat diartikan aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tetap ada,” ujarnya.

Oleh karenanya, PVMBG masih menetapkan level awas Gunung Agung hingga saat ini. “Kami akan terus pantau ini dan berharap penurunan aktivitas Gunung Agung terjadi secara gradual,” katanya.

Advertisement