MALTA – Daphne Caruana Galizia, jurnalis investigasi paling terkenal di Malta, tewas pada hari Senin (17/10/2017) setelah mobilnya meledak akibat serangan bom.
Kasus kematiannya menjadi peristiwa yang mengejutkan di pulau kecil Mediterania itu.
Caruana Galizia (53) mengelola sebuah blog yang sangat populer dimana dia terus-menerus menyoroti kasus dugaan korupsi tingkat tinggi yang menarget politisi dari berbagai partai.
“Ada penjahat di mana pun Anda melihat sekarang. Situasinya nekat, “tulisnya di sebuah blog yang terbit di situsnya hanya setengah jam sebelum sebuah ledakan menghantam mobilnya.
Penduduk setempat mengatakan bahwa Caruana Galizia baru saja meninggalkan rumahnya dan berada di sebuah jalan dekat desa Bidnija di utara Malta saat bom tersebut meledak.
Perdana Menteri Maltese Joseph Muscat, yang menghadapi tuduhan melakukan kesalahan oleh Caruana Galizia awal tahun ini, mencela pembunuhannya, menyebutnya sebagai “serangan barbar terhadap kebebasan pers”.
Dia mengumumkan bahwa Biro Investigasi Federal AS (FBI) telah sepakat untuk membantu polisi setempat menyelidiki pembunuhan tersebut dan segera terbang ke pulau tersebut sesegera mungkin.
“Saya tidak akan beristirahat sampai saya melihat keadilan dilakukan dalam kasus ini,” katanya dalam sebuah pernyataan, menyerukan persatuan nasional.
Sekitar 3.000 orang mengadakan doa bersama sambil menyalakan lilin pada Selasa malam di Sliema, tepat di luar Valletta.
“Semua orang tahu bahwa Caruana Galizia adalah kritikus yang keras terhadap saya, baik secara politik maupun pribadi, tapi tidak ada yang bisa membenarkan tindakan biadab ini dengan cara apa pun,” kata Muscat. “Satu-satunya obat bagi siapa saja yang merasa difitnah adalah melalui pengadilan.” tambahnya, dilansir Reuters.
Muscat menggugat Caruana Galizia setelah dia menulis blog awal tahun ini mengatakan bahwa istrinya adalah pemilik perusahaan yang menguntungkan di Panama, dan sejumlah besar uang telah dipindahkan antara perusahaan dan rekening bank di Azerbaijan. Atas tuduhan tersebut Muscat dan istrinya telah membantah.





