PBB Akan Tentukan Perpanjangan Penyelidikan Serangan Kimia di Suriah

Ilustrasi Evakuasi seorang anak yang tewas akibat serangan gas kimia di Idlib/ reuters

WASHINGTON – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan memutuskan pada hari ini,  Selasa (24/10/2017) apakah pihaknya akan memperpanjang penyelidikan internasional atas serangan senjata kimia di Suriah atau tidak.

Amerika Serikat meminta pemungutan suara mengenai rancangan resolusi yang dipresentasikan pekan lalu yang memungkinkan panel PBB untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) melanjutkan satu tahun lagi pekerjaannya untuk mengidentifikasi siapa yang berada di balik serangan gas beracun di enam wilayah Suriah.

Duta Besar AS Nikki Haley telah mendesak dewan tersebut untukmendukung kerja  lanjutan panel tersebut, yang dikenal dengan Joint Investigative Mechanism (JIM), dimana mandatnya berakhir pada 18 November.

Amerika Serikat menuduh Rusia menghubungkan kelangsungan hidup JIM dengan temuannya pada serangan Khan Sheikhun pada tanggal 4 April.

Inggris, Prancis dan Amerika Serikat telah menuduh pasukan Presiden Bashar al-Assad menggunakan sarin di desa yang dikuasai oposisi tersebut, yang menewaskan sedikitnya 87 orang, termasuk lebih dari 30 anak-anak.

Bulan lalu, penyelidik kejahatan perang PBB mengatakan bahwa mereka memiliki bukti bahwa angkatan udara Suriah berada di belakang serangan Khan Sheikhun, meskipun ada penyangkalan yang berulang kali dari Damaskus.

“Ini bukan tentang politik atau isi laporan berikutnya, tapi juga untuk memastikan akuntabilitas bagi mereka yang menggunakan senjata mengerikan ini, apakah mereka adalah negara anggota PBB atau aktor non-negara,” Haley menulis dalam sebuah surat kepada rekan-rekannya minggu lalu, dilansir AFP, Selasa (24/10/2017).

Advertisement