CILACAP – Sejumlah desa di Kabupaten Cilacap tergenang banjir akibat hujan sejak Senin (29/10/2017) hingga Senin pagi.
Banjir antara lain terjadi di empat desa kecamatan Kroya, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Maos, Kecamatan Kesugihan, Kecamatan Jeruklegi dan Kecamatan Kawunganten.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, menyebutkan banjir tidak menggenai seluruh wilayah desa, tapi hanya pada wilayah-wilayah tertentu yang permukaan tanahnya rendah.
Ketinggian genangan air bervariasi antar 20 cm hingga 80 cm, sehingga banjir tidak hanya menggenangi jalan-jalan dan tanah pekarangan saja, namun juga masuk ke beberapa rumah warga.
Namun sekitar pukul 09.00 hujan mulai berhenti dan kondisi cuaca mulai cerah. ”Saat ini ketinggian air sudah mulai surut. Rumah-rumah yang tadinya sempat tergenang air dengan ketinggian 10-20 cm, juga sudah surut,” katanya.
Selain banjir, di Desa Jeruklegi Wetan Kecamatan Jeruklegi, terjadi longsor pada salah satu tebing yang ada di wilayah itu Senin dinihari. Akibatnya, satu rumah warga yang ditinggali keluarga Siti Fatimah (52), terancam terkena longsor susulan.
”Longsor tersebut tidak sampai menimpa bagian rumah korban. Namun kalau dibiarkan, kondisinya akan membahayakan karena bisa terjadi longsor susulan,” kata Tri Komara, dilansir Republika.




