GAZA – Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas setelah pasukan Israel menyerang sebuah terowongan di sebuah kota di selatan Jalur Gaza.
Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, mengatakan bahwa sembilan lainnya juga terluka dalam serangan di kota Khan Younis dan dibawa ke Rumah Sakit Al-Aqsa untuk mendapat perawatan.
Kementerian tersebut secara resmi mengidentifikasi lima dari mereka yang terbunuh sebagai anggota Brigade al-Quds, yakni Panglima Brigade Arafat Marshood, Wakil Komandan Hasan Abu Hasanein, Ahmad Khalil Abu Armaneh, Omar Nassar Al-Falit dan Jihad al-Samiri
Dua orang lainnya tewas diidentifikasi sebagai Masbah Shbeer dan Mohammed al-Agha, keduanya anggota Brigade Izz Eddine al-Qassam Hamas.
“Kami menegaskan hak kami untuk menanggapi agresi pendudukan hari ini,” Gerakan Jihad Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (30/10/2017), dilansir Aljazeera.
“Pemerintah pendudukan harus sadar bahwa kita akan terus berupaya memperkuat kemampuan kita untuk melindungi rakyat kita,” tambahnya.
Hamas, yang menguasai Gaza, mengatakan dalam sebuah posting di Twitter bahwa serangan tersebut merupakan “perang baru melawan orang-orang Gaza”.
Blokade Israel dari Jalur Gaza yang diduduki, telah ada sejak Juni 2007, ketika Israel memberlakukan blokade darat, laut dan udara di daerah tersebut. Israel menguasai wilayah udara dan perairan teritorial Gaza, serta dua dari tiga titik persimpangan, yang ketiga dikendalikan oleh Mesir.
Blokade Israel dari Jalur Gaza yang diduduki, telah ada sejak Juni 2007, ketika Israel memberlakukan blokade darat, laut dan udara di daerah tersebut. Israel menguasai wilayah udara dan perairan teritorial Gaza, serta dua dari tiga titik persimpangan, yang ketiga dikendalikan oleh Mesir.




