Rusia Sebut Laporan PBB Tentang Serangan Gas Khan Shaykun Tidak Profesional

Korban serangan Khan Shaykhun/ AFP
RUSIA – Rusia membantah sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini yang menyalahkan pemerintah Damaskus karena serangan gas di sebuah kota yang dilancarkan militan di provinsi Idlib yang timur laut Suriah pada bulan April.
Kami percaya bahwa laporan tersebut ternyata bersifat dangkal, tidak profesional dan amatir,” kata Kepala Departemen Keamanan di Kementerian Luar Negeri Rusia, Mikhail Ulyanov, pada hari Kamis (2/11/2017).
Dia menambahkan, “Misi tersebut merupakan penelitian mereka dari kejauhan, dan sebuah skandal. ” tambahnya.

Sedikitnya 87 orang tewas dalam serangan gas pada tanggal 4 April Khan Shaykhun, yang oleh negara-negara Barat disalahkan pada pemerintah Suriah.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa setidaknya sembilan orang telah tewas dalam serangan pagi di lapangan udara Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad kemudian mengatakan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Sputnik Rusia bahwa insiden kimia tersebut “adalah permainan bendera palsu hanya untuk membenarkan serangan terhadap basis Shayrat.”

Dia juga menuduh Barat mencegah penyelidikan yang tidak memihak terhadap dugaan serangan kimia tersebut.

Sebuah panel gabungan oleh Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) dan PBB akhir-akhir ini menyimpulkan bahwa pemerintah Suriah bertanggung jawab atas insiden kimia tersebut, dengan mengatakan bahwa Angkatan Udara Suriah yang didukung Rusia telah menjatuhkan sebuah bom di Khan Shaykhun.

Rusia dan Suriah, sebagai gantinya, mengatakan bahwa sebuah alat peledak telah diluncurkan di lapangan.

“Jika itu adalah bom udara, ekor bom akan berada di kawah, tapi tidak ada bekas bom udara. Putusan terhadap Damaskus yang telah dikeluarkan dengan percaya diri ternyata tidak berdasar, “kata pejabat Rusia tersebut.

Advertisement