Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, sekolah adalah lokasi penting dimana para “Pembangun bangsa” Indonesia diharapkan dapat berjuang membawa negara bersaing di kancah global. Seiring dengan derasnya tantangan global dan pesatnya kemajuan teknologi, tantangan dunia pendidikan pun menjadi semakin besar, hal ini yang mendorong para siswa mendapatkan prestasi terbaik.
Di sisi lain, kasus putus sekolah anak – anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi “Berdasarkan data Kemendikbud 2010, di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan, Hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi; anak – anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga; dan pernikahan di usia dini,” menurut Sekretaris Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng, Sc di Jakarta.
Dalam laporan terbaru Program Pembangunan PBB tahun 2013, Indonesia menempati posisi 121 dari 185 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka 0,629. Dengan angka itu Indonesia tertinggal dari dua negara tetangga ASEAN yaitu Malaysia (peringkat 64) dan Singapura (18), sedangkan IPM di kawasan Asia Pasifik adalah 0,683.
Kendala lainnya, keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Selain itu, jumlah guru yang sesuai dengan kualifikasi saat ini dinilai masih belum merata di daerah. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad saat ini banyak sekolah dasar (SD) di Indonesia kekurangan tenaga guru. Jumlahnya diperkirakan mencapai 112 ribu guru.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ikut serta dalam peningkatan mutu pendidikan, ini di buktikan dengang
Kenaikan anggaran pendidikan Sumbar menjadi Rp 121 miliar pada APBD tahun 2015 atau sebanyak 8,5 persen dari APBD.
Angka tersebut naik hampir 50 persen dari tahun anggaran pendidikan 2014. Dimana pada tahun 2014 Pemprov hanya menganggarkan dana pendidikan sekitar 4,9 persen dari total APBD.
Peningkatan anggaran ini merupakan perwujudan dari Nota Kesepahaman antara Gubernur dengan Bupati dan Walikota se-Sumbar tentang sharing anggaran untuk peningkatan mutu dan akses pendidikan.
Dalam sharing anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk pengadaan mobiler SD dan SMP hingga anggaran untuk pendirian dan operasional SKB sebagai posko anti DO serta untuk penyelenggaraan program pemberantasan buta aksara.
Dengan pendidikan yang semakin baik, sarana dan prasarana serta tenaga pengajar yang kompeten yang sudah ada dan banyaknya beasiswa-beasiswa yang tersedia baik dari pemerintah, swasta maupun perorangan(dermawan) yang diperuntuhkan untuk kita anak-anak bangsa Indonesia.sayang sekali rasanya kalau kita bisa mengenyam pendidikan, kita yang masih punya banyak waktu dan kesempatan untuk itu.
Amrullah
Pendamping Program Pendidikan DDS




