Bangladesh Ingin Solusi Permanen Bagi Rohingya

Ilustrasi kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazar dalam kondisi tidak sehat/ AFP

ANTALYA – Kepala Bulan Sabit Merah di Bangladesh telah menggambarkan krisis pengungsi Rohingya sebagai bencana buatan manusia terbesar di dunia.

Mohammad Habibe Millat mengatakan negaranya melakukan semua yang bisa dilakukan untuk membantu lebih dari 611.000 Muslim Rohingya yang telah melewati perbatasan dari Myanmar sejak 25 Agustus, namun ini bukan “solusi permanen”.

Berbicara di sebuah pertemuan puncak Majelis Umum Palang Merah Internasional dan Palang Merah (IFRC) di Antalya, Turki selatan, dia mengatakan,  “Sejak 25 Agustus, lebih dari 600.000 Muslim Rohingya, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, melewati perbatasan dari Myanmar ke Bangladesh.”

“Ini adalah bencana buatan manusia terbesar di dunia. Kami sebagai pemerintah Bangladesh dan Masyarakat Bulan Sabit Merah berusaha melakukan yang terbaik dan membuka perbatasan kami untuk mereka karena alasan kemanusiaan.” tuturnya, dilansir Anadolu, Kamis (9/11/2017).

“Kami akan melakukan segalanya untuk membantu Muslim Rohingya sebanyak yang kami bisa, tapi ini bukan solusi permanen.”

Dia mengatakan musim dingin yang akan trejadi sebentar lagi menimbulkan kekhawatiran tentang kesejahteraan para pengungsi yang ditempatkan di kamp-kamp darurat di sepanjang perbatasan.


Advertisement