SEMARANG – Warga Demak dan Rembang, korban penyanderaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Tembagapura Papua, Rabu (22/11/2017) dipulangkan.
Sekitar 38 Warga Demak dan 5 warga Rembang itu tiba Pukul 19.30 WIB tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.
Mereka dipulangkan dengan alasan keamanan dan pengalaman traumatik.
Mereka diangkut pesawat komersial dan disambut Kepala Dinas Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah Dra. Wika Bintang.
Mereka juga diperiksa kesehatannya oleh Tim Medis yang telah disediakan.
Nuryanto (46) salah satu korban penyanderaan mengatakan bahwa mereka merupakan tenaga perantauan dari Demak yang bekerja mendulang emas di Kampung Longsoran, Kampung Kimberly dan Kampung Banti Mimika, Papua. Setelah penyanderaan oleh OPM, mereka kehilangan harta benda dan uang karena dirampas. Tak sedikit mereka yang mengalami kekerasan dan ancaman pembunuhan dengan senjata yang mereka bawa.
Slamet Riyadi (26) adalah salah satu warga yang diancam akan ditembak saat melarikan diri dan akhirnya selamat gara-gara nyemplung ke septic tank. Di hari kedua penyanderaan, Slamet Riyadi ketakutan mendengar suara tembakan. Pelariannya justru dikejar karena pihak penyandera mengira Slamet Riyadi adalah prajurit TNI karena berpotongan cepak mirip aparat.
Dikutip KRJogja, setelah berhasil dibebaskan TNI dan Polri, para sandera ada yang dipulangkan ke tanah kelahiran karena khawatir keselamatannya.





