LIBYA – Pemerintah Libya mengatakan pihaknya tengah menyelidiki laporan tentang pelelangan migran Afrika yang dijual sebagai budak dan berjanji akan mengadili para pelakunya.
Sebelumnya diberitakan beredar rekaman video yang ditayangkan saluran televisi berita CNN yang menunjukkan migran Afrika dilelang di Libya memicu kemarahan internasional dan protes di Eropa dan Afrika.
Menyikapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Libya Aref al-Khoja, mengatatakan, “Telah dikeluarkan perintah langsung untuk membentuk sebuah komisi penyidik untuk mengungkap kebenaran dan menangkap pelakunya untuk diadili,” katanya di Tripoli, Kamis (23/11/2017), sebagaimana dilansir VOA.
Sebuah pelelangan terhadap migran dijual seharga lima juta rupiah, dan hal tersebut mengukuhkan laporan sebelumnya mengenai adanya pasar pelelangan migran Afrika di Libya.
Sebagian warga Libya mengemukakan upaya Eropa mencegah migran menyeberang Laut Merah ke Italia yang menurut para aktivis memperburuk kondisi para migran di Libya.
Kantor kepresidenan Libya yang didukung PBB menyerukan agar badan-badan lokal dan internasional bekerja sama dengan Kantor Kejaksaan Agung dan memberikan informasi yang membantu mengungkapkan kebenaran.




