BALI – Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana mengimbau masyarakat menjauhi melakukan aktivitas didekat lahar hujan di Sungai Yeh Sah.
Meskipun intensitasnya sangat kecil, dikhawatirkan akan berdampak pada keselamatan jiwa seseorang apabila mendadak ada lahar hujan susulan yang mengandung material piroflastik yang memiliki debit yang sangat besar.
“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas didekat lahar hujan ini walaupun debit airnya kecil,” ujarnya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di radius rawan bahaya delapan kilometer dari puncak gunung ditambah perluasan sektoral sepuluh kilometer kearah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya.
Apabila masyarakat sudah ke luar dari zona itu, saya yakin tidak akan terdampak langsung dengan awan panas dan lontara bebatuan vulkanis dan jiga hujan abu lebat. “Masyarakat yang berada di luar radius ini tidak perlu khawatir karena tidak terlalu signifikan terdampak bahaya ini,” ujarnya.
Untuk saat ini, aktivitas Gunung Agung masih terekam adanya pergerakan magma sehingga terekam gempa vulkanik sebanyak 17 kali. “Letusan dapat terjadi kapan saja dan gempa vulkanik yang memiliki amplitudo yang cukup kuat terekam,” ujarnya, dikutip Antara.





