SANAA – Seorang sumber medis mengatakan sedikitnya 36 orang tewas dalam dua hari pemberontakan di ibukota Yaman, Sanaa, dimana pemberontak Houthi dan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh telah bertempur dalam beberapa hari terakhir.
Dilansir Anadolu, sumber medis tersebut mengatakan bahwa banyak warga sipil termasuk di antara korban, dan menambahkan bahwa 225 orang juga terluka dalam kekerasan tersebut.
Pada hari Sabtu, Saleh mengatakan bahwa dia terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan koalisi pimpinan-Saudi yang memerangi Houthi untuk mengakhiri konflik tiga tahun di Yaman.
Pada tahun 2015, Arab Saudi dan sekutunya Arab meluncurkan kampanye udara besar untuk mengembalikan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman.
Konflik tersebut sejak itu telah menelan lebih dari 10.000 jiwa dan memicu apa yang digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.





