JAKARTA, KBKNEWS.id — Aspirasi mahasiswa terkait kondisi masyarakat di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat perhatian pemerintah.
Sebanyak 37.338 warga Alor menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung ke Alor pada Sabtu (8/8/2026) untuk memastikan bantuan tersebut diterima masyarakat.
Untuk bantuan selama tiga bulan, setiap keluarga penerima memperoleh total 30 kilogram beras. Penyaluran dilakukan hingga tingkat desa, termasuk 66 penerima di Desa Fuisama, 513 penerima di Desa Probur, dan 222 penerima di Desa Lembur Barat.
Amran mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia mendapatkan pangan yang cukup. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan masyarakat kesulitan memperoleh bantuan.
Sementara itu, Ahmad Rizal mengatakan Bulog berkomitmen memastikan bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah yang memiliki tantangan geografis. Ia menegaskan tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga telah melakukan sejumlah intervensi untuk menjaga pasokan dan harga beras di Alor. Bapanas mencatat penyaluran beras SPHP di Kabupaten Alor selama Maret-Juli 2026 mencapai 764.070 kilogram.
Pemerintah juga telah menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 746.000 kilogram kepada masyarakat Alor hingga 31 Juli 2026. Jika digabungkan, intervensi beras pemerintah di Alor telah mencapai sekitar 1,5 juta kilogram.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga beras di wilayah kepulauan.





