PADANG – Sepanjang tahun 2017, 236 gempa bumi tektonik terjadi di provinsi Sumatera Barat,dan 22 di antaranya merupakan gempa dengan magnitude di atas 5 pada skala Richter.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono, mengatakan banyak gempa di wilayahnya karena Sumatera Barat berada di antara pertemuan dua lempeng tektonik besar yaitu Eurasia dan Indo-Australia serta patahan semangko atau sesar Sumatera sehingga intensitas gempa bumi cukup tinggi.
Menurut dia, gempa yang di daratan Sumatera disebabkan oleh segmen patahan semangko yaitu segmen Sumpur, segmen Sianok, segmen Sumani dan segmen Suliti. “Segmen Sianok lebih banyak menyebabkan gempa,” ujarnya.
Segmen Sianok berada di sekitar Ngarai Sianok Kota Bukittinggi sampai tenggara Danau Singkarak melewati sisi timur danau.
DilansirAntara, dia mengimbau ketika terjadi gempa dengan guncangan yang cukup kuat, masyarakat tidak boleh panik sehingga dapat menyelamatkan diri dengan baik.





