Dampak Siklon Cempaka di Bantul, 17 Jembatan Roboh

Ilustrasi Jembatan Cipamingkis patah/ Bogor daily

BANTUL – Dampak badai siklon tropis cempaka beberapa waktu lalu telah menyebabkan 15 jembatan di di Bantul roboh akibat diterjang banjir luapan sungai setelah diguyur hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan hujan deras disertai angin kencang dampak badai Cempaka 28 November mengakibatkan banjir di seluruh 17 kecamatan, selain itu sungai-sungai di wilayah Bantul meluap sehingga jembatan tidak kuat menahan derasnya aliran air.

Pihaknya tidak merinci jembatan yang roboh karena diterjang banjir itu, namun diataranya jembatan Nambangan di Dusun Nambangan Desa Seloharjo dan jembatan gantung di Desa Selopamioro di atas aliran Sungai Oya.

Selain merobohkan jembatan, kata dia, banjir bandang juga merusak jalan di sembilan titik bahkan terputus, kerusakan talud di 22 titik, kerusakan di 13 bendung atau bangunan air, gorong-gorong empat titik, sekolah 44 titik, satu rumah sakit dan 178 rumah rusak.

“Estimasi kerugian karena dampak kejadian 28 November itu semuanya kurang lebih sekitar Rp167 miliar, dengan kerugian paling besar karena kerusakan infrastruktur kurang lebih sebesar Rp162 miliar,” katanya.

Selain berakibat kerusakan infrastruktur dan sektor lainnya, lanjut dia, kejadian 28 November juga mengakibatkan sekitar 9.000 jiwa warga Bantul mengungsi ke lokasi yang aman, karena rumahnya kebanjiran, maupun rusak berat karena banjir atau tertimpa longsor.

“Untuk pengungsi karena kejadian itu berlangsung kurang lebih tiga hari, karena pada hari kedua pascabanjir air sudah surut, dan yang masih tergenang tinggal di kecamatan pesisir yaitu Kretek, Sanden dan Srandakan,” katanya, Kamis (7/12/2017) dilansir Antara.

Advertisement